Senin, 13 Oktober 2008

ASKEP ANAK DENGAN LEUKEMIA


Definisi
Leukemia adalah istilah umum yang digunakan untuk keganasan pada sumsum tulang dan sistem limpatik (Wong, 1995). Sedangkan menurut Robbins & Kummar (1995), leukemia adalah neoplasma ganas sel induk hematopoesis yang ditandai oelh penggantian secara merata sumsum tulang oleh sel neoplasi.
Klasifikasi
1. Leukemia Limfosit Akut (ALL)
2. Leukemia Limfosit Kronik (CLL)
3. Leukemia Mielosit (mieloblastik) Akut (AML)
4. Leukemia Mielosit Kronik (CML)
Pada klien anak, dua bentuk yang umum ditemukan adalah ALL dan AML
Patofisiologi
Leukemia merupakan proliferasi yang tidak terbatas dari sel darah putih yang immatur pada jaringan pembentuk darah. Walaupun bukan berwujud sebagai tumor sebagaimana biasanya, sel leukemia menunjukkan property suatu neoplasma dari kanker yang solid. Manifestasi klinik yang timbul merupakan akibat dari infiltrasi atau penggantian dari jaringan-jaringan tubuh oleh sel leukemia yang non-fungsional. Organ vaskuler atas seperti limpa dan hati merupakan organ yang sering diserang oleh sel ini.
Ada dua miskonsepsi yang harus diluruskan mengenai leukemia ini yaitu 1)Walaupun leukemia merupakan overproduksi dari sel darah putih, tetapi sering ditemukan pada leukemia akut bahwa jumlah leukosit rendah. Ini diakibatkan karena produksi yang dihasilkan adalah sel yang immatur. 2)Sel immatur tersebut tidak menyerang dan menghancurkan sel darah normal atau jaringan vaskuler. Destruksi celluler diakibatkan proses infiltrasi dan sebagai bagian dari konsekwensi kompetisi untuk mendapatkan element makanan metabolik.
ASUHAN KEPERAWATAN
  • ANALISA DATA
    NO TGL / JAM DATA PROBLEM ETIOLOGI
    1 Diisi pada saat tanggal pengkajian Berisi data subjektif dan data objektif yang didapat dari pengkajian keperawatan masalah yang sedang dialami pasien seperti gangguan pola nafas, gangguan keseimbangan suhu tubuh, gangguan pola aktiviatas,dll Etiologi berisi tentang penyakit yang diderita pasien
  • DIAGNOSA KEPERAWATAN


    • Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan :
      • Tidak adekuatnya pertahanan sekunder
      • Gangguan kematangan sel darah putih
      • Peningkatan jumlah limfosit imatur
      • Imunosupresi
      • Penekanan sumsum tulang (efek kemoterapi
    • Kekurangan volume cairan tubuh ;; resiko tinggi, berhubungan dengan : • Kehilangan berlebihan, mis ; muntah, perdarahan
      • Penurunan pemasukan cairan : mual, anoreksia.
    • Nyeri ( akut ) berhubungan dengan :
      • Agen fiscal ; pembesaran organ / nodus limfe, sumsum tulang yang dikmas dengan sel leukaemia.
      • Agen kimia ; pengobatan antileukemia.

  • RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
    NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN PERENCANAAN
    1 Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan :
    • Tidak adekuatnya pertahanan sekunder
    • Gangguan kematangan sel darah putih
    • Peningkatan jumlah limfosit imatur
    • Imunosupresi
    • Penekanan sumsum tulang (efek kemoterapi
    Infeksi tidak terjadi,
    1. Tempatkan anak pada ruang khusus. Batasi pengunjung sesuai indikasi
    2. Berikan protocol untuk mencuci tangan yang baik untuk semua staf petugas
    3. Awasi suhu. Perhatikan hubungan antara peningkatan suhu dan pengobatan chemoterapi. Observasi demam sehubungan dengan tachicardi, hiertensi
    4. Dorong sering mengubah posisi, napas dalam, batuk.
    5. Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan mulut secara periodic. Gnakan sikat gigi halus untuk perawatan mulut.
    6. Awasi pemeriksaan laboratorium : WBC, darah lengkap
    7. Berikan obat sesuai indikasi, misalnya Antibiotik
    8. Hindari antipiretik yang mengandung aspirin
    2 Kekurangan volume cairan tubuh ;; resiko tinggi, berhubungan dengan :
    • Kehilangan berlebihan, mis ; muntah, perdarahan
    • Penurunan pemasukan cairan : mual, anoreksia.
    Volume cairan tubuh adekuat, ditandai dengan TTV dbn, stabil, nadi teraba, haluaran urine, BJ dan PH urine, dbn.
    1. Awasi masukan dan pengeluaran. Hitung pengeluaran tak kasat mata dan keseimbangan cairan. Perhatikan penurunan urine pada pemasukan adekuat. Ukur berat jenis urine dan pH Urine.
    2. Timbang BB tiap hari.
    3. Awasi TD dan frekuensi jantung
    4. Inspeksi kulit / membran mukosa untuk petike, area ekimotik, perhatikan perdarahan gusi, darah warn karat atau samar pada feces atau urine; perdarahan lanjut dari sisi tusukan invesif.
    5. Evaluasi turgor kulit, pengiisian kapiler dan kondisi umum membran mukosa.
    6. Implementasikan tindakan untuk mencegah cedera jaringan / perdarahan, ex : sikat gigi atau gusi dengan sikat yang halus.
    7. Berikan diet halus.
    8. Berikan cairan IV sesuai indikasi
    9. Berikan sel darah Merah, trombosit atau factor pembekuan
    3 Nyeri ( akut ) berhubungan dengan :
    • Agen fiscal ; pembesaran organ / nodus limfe, sumsum tulang yang dikmas dengan sel leukaemia.
    • Agen kimia ; pengobatan antileukemia.
    rasa nyeri hilang/berkurang
    1. Awasi tanda-tanda vital, perhatikan petunjuk nonverbal,rewel, cengeng, gelisah
    2. Berikan lingkungan yang tenang dan kurangi rangsangan stress
    3. Tempatkan pada posisi nyaman dan sokong sendi, ekstremitas denganan bantal
    4. Ubah posisi secara periodic dan berikan latihan rentang gerak lembut.
    5. Berikan tindakan ketidaknyamanan; mis : pijatan, kompres
    6. Berikan obat sesuai indikasi.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Entri Populer