Jumat, 13 Januari 2012

Prosedur Standard Penanganan Kasus Flu Burung

Sebagai bagian dari prosedur standar penanganan flu burung, maka kalau ada seorang kasus yg terbukti PCR (+) flu burung, maka orang yang sekitarnya yang kontak dengan pasien itu akan diawasi.

Pengawasan ini meliputi a.l :
- Penjelasan ttg gejala dan penularan flu burung
- Bila diperlukan pemeriksaan suhu setiap hari
- Pada sebagian kasus dilakukan pengambilan sampel untuk diperiksa di laboratorium
- Pengawan ketat ini dilakukan sampai 1 atau 2 kali masa inkubasi
- Diberikan obat pencegahan / profilaksis, berupa Oseltamivir 1 X 1 tablet
- Tindakan pencegahan penularan lain, kalau diperlukan sekali , dapat sampai karantina.



Sehubungan dengan mendiang PD yang meninggal di Jakarta Utara beberapa hari yg lalu, maka prisedur di atas juga berjalan :
  1.  Ada belasan kontak di lingkungan tempat tinggal yang diawasi dengan cermat, dan mendapat obat pencegahan / profilaksis dan ada pula       yang diperiksa sampelnya
  2. Apabila dalam pengawasan ada yang demam, maka yang demam dibawa ke RS Persahabatan :    - Seorang anak 5 tahun, yang hasil PCRnya sudah terbukti (-) beberapa kali dan sudah tidak dirawat lagi di ruang isolasi, - Seorang pemuda 19 tahun, yang masih ditunggu kepastian hasil PCR nya (hasil awal tadi malam adalah negatif)
  3. Ke dua kasus di atas bukanlah pasien flu burung, keluhan dan gejalanya juga hanya ringan, mereka dimasukkan ke RS se-mata2 sebagai bentuk kewaspadaan dan ke-hati2an karena pernah kontak dengan pasien yang flu burung (+)
  4. Hasil pemeriksaan sampel kontak yang lain juga sampai hari ini semuanya (-)
  5. Sejauh ini semua prosedur baku penanganan flu burung pada manusia terus dijalankan sesuai standar yang ada, termasuk upaya pencegahan penularan lanjutan spt kasus di Jakarta Utara ini.
  6. Pihak Dinas peternakan / Kesehatan Hewan juga melakukan langkah2 antisipatif di bidangnya.
  7. Ditingkat antar Kementerian dan antar Dinas Kesehatan Propinsi juga selalu ada koordinasi antara Kesehatan dengan Pertanian /peternakan / kesehatan hewan
  8. Sesuai prosedur dalam International Health Regulation (IHR), saya juga sdh melaporkan kasus yg PCR (+) ke WHO. Sekarang di website WHO tercantum bahwa dalam 2012 ada 3 laporan kasus di dunia, tgl 5 Januari dari China dan Egypt dan tgl 10 Januari dari Indonesia.


Sumber : Subdit Surveilans dan Respon KLB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer