Jumat, 10 Oktober 2008

ASKEP KLIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK


  1. TEORI Ada beberapa pengertian gagal ginjal kronis yang dikemukakan oleh beberapa ahli meliputi yaitu :
    Gagal ginjal kronis merupakan kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) yang berlangsung pelahan-lahan karena penyebab berlangsung lama dan menetap yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) sehingga ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan biasa lagi dan menimbulkan gejala sakit (Hudak & Gallo, 1996).
    Long (1996 : 368) mengemukakan bahwa Gagal ginjal kronik adalah ginjal sudah tidak mampu lagi mempertahankan lingkugan internal yang konsisten dengan kehidupan dan pemulihan fungsi sudah tidak dimulai
    Gagal ginjal kronik merupakan penurunan faal ginjal yang menahun yang umumnya tidak riversibel dan cukup lanjut. (Suparman, 1990: 349).
    Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat, biasanya berlangsung dalam beberapa tahun (Lorraine M Wilson, 1995: 812).
    Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) atau penurunan faal ginjal yang menahun dimana ginjal tidak mampu lagi mempertahankan lingkungan internalnya yang berlangsung dari perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan menetap sehingga mengakibatkan penumpukan sisa metabolik (toksik uremik) berakibat ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan dan pemulihan fungsi lagi yang menimbulkan respon sakit.
    Klasifikasi
    Sesuai dengan test kreatinin klirens, maka GGK dapat di klasifikasikan menjadi 4, dengan pembagian sebagai berikut:
    1. 100-76 ml/mnt, disebut insufisiensi ginjal berkurang.
    2. 75-26 ml/mnt, disebut insufisiensi ginjal kronik.
    3. 25-5 ml/mnt, disebut gagal ginjal kronik.
    4. <>
    Etiologi
    1. penyakit Hipertensi
    2. Gout menyebabkan nefropati gout.
    3. Diabetes Mellitus yang menyebabkan nefropati DM.
    4. gangguan metabolisme
    5. SLE yang menyebabkan nefropati SLE.
    6. Riwayat batu yang menyebabkan penyakit ginjal glomerular.
    7. Riwayat edema yang mengarah ke penyakit ginjal glomerular.
    8. Riwayat penyakit ginjal dalam keluarga (yang diduga mengarah ke penyakit ginjal genetik) / herediter
    9. infeksi, penyakit hipersensitif
    10. penyakit peradangan, lesi obstruksi pada traktus urinarius
    11. nefropatik toksik dan neoropati obstruksi
  2. ANALISA DATA
    NO TGL / JAM DATA PROBLEM ETIOLOGI
    1 Diisi pada saat tanggal pengkajian Berisi data subjektif dan data objektif yang didapat dari pengkajian keperawatan masalah yang sedang dialami pasien seperti gangguan pola nafas, gangguan keseimbangan suhu tubuh, gangguan pola aktiviatas,dll Etiologi berisi tentang penyakit yang diderita pasien
  3. DIAGNOSA KEPERAWATAN

    • Gangguan perfusi jaringan renal sehubungan dengan kerusakan nepron sehingga tidak mampu mengeluarkan sisa metabolisme
    • Kelebihan volume cairan sehubungan dengan ketidakmampuan ginjal mengeskkresi air dan natrium
    • Gangguan Nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan pembatasan intake (Diit) dan effect uremia yang mengakibatkan malnutrisi protein – calori.
    • Potensial Infeksi sehubungan dengan penekanan sistim imun akibat uremia.
    • Resiko tinggi terjadinya kerusakan integritas kulit sehubungan dengan efek uremia.
    • Resiko Tinggi terjadinya gangguan persepsi / sensori, gangguan proses pikir sehubungan dengan abnormalitasnya zat – zat kimia dalam tubuh yang dihubungakan dengan uremia.
    • Kurang mampu merawat diri sehubungan dengan kelemahan fisik.
    • Resiko terjadinya diskusi seksual
    • Gangguan gambaran diri

  4. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
    NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN PERENCANAAN
    1 Gangguan perfusi jaringan renal sehubungan dengan kerusakan nepron sehingga tidak mampu mengeluarkan sisa metabolisme Metabolisme kembali normal
    1. Kaji Perubahan EKG, Respirasi (Kecepatan dan kedalamannya) serta tanda – tanda chvostek”s dan Trousseau”s
    2. Monitor data-data laboratorium : Serum pH, Hidrogen, Potasium, bicarbonat, calsium magnesium, Hb, HT, BUN dan serum kreatinin.
    3. Jangan berikan obat – obat Nephrothoxic.
    4. Berikan pengobatan sesuai pesanan / permintaan dokter dan kaji respon terhadap pengobatan.
    2 Kelebihan volume cairan sehubungan dengan ketidakmampuan ginjal mengeskkresi air dan natrium Volume cairan tubuh normal
    Kriteria hasil :
    Tidak terjadi oedem, tidak ada keluhan pada tubuh
    1. Timbang berat badan pasien setiap hari, Ukur intake dan output tiap 24 jam, Ukur tekanan darah (posisi duduk dan berdiri), kaji nadi dan pernapasan (Termasuk bunyi napas) tiap 6-8 jam, Kaji status mental, Monitor oedema, distensi vena jugularis, refleks hepato jugular, Ukur CVP dan PAWP
    2. Monitor data laboratorium : Serum Natrium, Kalium, Clorida dan bicarbonat.
    3. Monitor ECG
    4. Berikan cairan sesuai indikasi
    5. Berikan Diuretic sesuai pesanan dan monitor terhadap responnya.
    3 Gangguan Nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan pembatasan intake (Diit) dan effect uremia yang mengakibatkan malnutrisi protein – calori Nutrisi seimbang
    Kriteria Hasil :
    BB stabil, porsi makan habis
    1. Kaji terhadap adanya Mual, muntah dan anorexia
    2. Monitor intake makanan dan perubahan berat badan ; Monitor data laboratorium : Serum protein, Lemak, Kalium dan natrium.
    3. Berikan makanan sesuai diet yang dianjurkan dan modifikasi sesuai kesukaan Klien.
    4. Bantu atau anjurkan pasien untuk melakukan oral hygiene sebelum makan.
    5. Berikan antiemetik dan monitor responya.
    6. Kolaborasi denga ahli diet untuk pemberian diit yang tepat bagi pasien.
    4 Potensial Infeksi sehubungan dengan penekanan sistim imun akibat uremia Tidak terjadi infeksi
    1. Kaji terhadap adanya tanda- tanda infeksi.
    2. Monitor temperatur tiap 4 – 6 jam : Monitor data laboratorium : WBC : Darah, Urine, culture sputum. Monitor serum Kalium.
    3. Pertahankan tekhnik antiseptik selama perawatan dan patulah selalu universal precaution.
    4. Pertahankan kebersihan diri, status nutrisi yang adekuat dan istirahat yang cukup.
      Kebiasaan hidup yang sehat membantu mencegah infeksi.
    5 Resiko tinggi terjadinya kerusakan integritas kulit sehubungan dengan efek uremia. Tidak terjadi Kerusakan integritas kulit
    1. Kaji terhadap kekeringan kulit, Pruritis, Excoriations dan infeksi.
    2. Kaji terhadap adanya petechie dan purpura.
    3. Monitor Lipatan kulit dan area yang oedema
    4. Lakukan perawat kulit secara benar.
    5. Berikan pengobatan antipruritis sesuai pesanan.
    6. Gunting kuku dan pertahankan kuku terpotong pendek dan bersih.
    6 Resiko Tinggi terjadinya gangguan persepsi / sensori, gangguan proses pikir sehubungan dengan abnormalitasnya zat – zat kimia dalam tubuh yang dihubungakan dengan uremia Proses pikir normal
    1. Kaji status neurologic : Orientasi terhadap waktu, tempat dan orang : Pola tidur ; Tingkat kesadaran dan ktivitas motorik (kejang)
    2. Kaji tipe kepribadian
    3. Observasi terhadap perubahan perilaku, adanya neuropathi perifer, rasa terbakar, kram otot dan gejala paresthesia lainnya.
    4. Orientaskan pasien terhadap kenyataan saat ini.
    5. Pertahankan tindakan kenyamanan : Tutup rel tempat tidur, tempat tidur tidak boleh terlalu tiggi, jaukan barang – barang tajam, letakan bel dekat pasien.
    6. Sempatkan waktu anda untuk bersama – sama klien, tanyakan klien dengan kalimat terbuka.
    7. Berikan latihan relaksasi sebelum tidur dan brikan periode stirahat.
    7 Kurang mampu merawat diri sehubungan dengan kelemahan fisik. Personal hygiene terpenuhi
    1. Kaji kelemahan dan kelelahan, dan berikan penjelasan tentang kebutuhan perawatan diri.
    2. Jika pasien tidak mampu sama sekali Bantu lakukan perawatan dipasien dengan melibatkan kelurag.
    3. Lakukan latihan nafas dalam batuk dan ambulasi di tempat tidur
    8 Resiko terjadinya diskusi seksual Dapat mengungkapkan masalahnya
    1. Kaji keadaan pasien secara umum.
    2. Minta pasien untuk mengungkapkan perasaannya secara terbuka.
    3. Bantu pasien untuk memecahkan masalah .
    4. Jelaskan pasien tentang permasalahan yang terjadi.
    5. Rujuk pasien kekonseling bila dibutuhkan
    9 Gangguan gambaran diri Dapat menerima keadaan tubuhnya
    1. Kaji dan jelaskan kepada pasien tentang keadaan ginjalnya serta alternatif tindakan lainnya seperti dialysis atau transplantasi
    2. Libatkan support sistim dalam perawatan pasien.

    2 komentar:

    1. Lengkap banget materi asuhan keperawatannya, terima kasih banyak. Tetap Berbagi

      BalasHapus
    2. terimakasih banyak atas bantuanya...satria jaya

      BalasHapus

    Entri Populer