Jumat, 10 Oktober 2008

ASKEP IBU DENGAN MYOMA UTERI


  1. TEORI Myoma Uteri adalah : neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus yang disebut juga dengan Leiomyoma Uteri atau Uterine Fibroid.
    Myoma Uteri umumnya terjadi pada usia lebih dari 35 tahun. Dikenal ada dua tempat asal myoma uteri yaitu pada serviks uteri (2 %) dan pada korpus uteri (97%), belum pernah ditemukan myoma uteri terjadi sebelum menarche.
    Etiologi
    Walaupun myoma uteri ditemukan terjadi tanpa penyebab yang pasti, namun dari hasil penelitian Miller dan Lipschlutz dikatakan bahwa myoma uteri terjadi tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada “Cell Nest” yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh hormon estrogen.
    Lokalisasi Mioma Uteri
    1. Mioma intramural ; Apabila tumor itu dalam pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding uterus.
    2. Mioma Submukosum ; Mioma yang tumbuh ke arah kavum uteri dan menonjol dalam kavum itu.
    3. Mioma Subserosum ; Mioma yang tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan uterus.

  2. Komplikasi
    1. Pertumbuhan leimiosarkoma.
      Mioma dicurigai sebagai sarcoma bila selama beberapa tahun tidak membesar, sekonyong – konyong menjadi besar apabila hal itu terjadi sesudah menopause
    2. Torsi (putaran tangkai)
      Ada kalanya tangkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. Kalau proses ini terjadi mendadak, tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan akan tampak gambaran klinik dari abdomenakut.
    3. Nekrosis dan Infeksi
      Pada myoma subserosum yang menjadi polip, ujung tumor, kadang-kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan dari vagina, dalam hal ini kemungkinan gangguan situasi dengan akibat nekrosis dan infeksi sekunder.
    Pemeriksaan Diagnostik
    1. Pemeriksaan Darah Lengkap : Hb: turun, Albumin : turun, Lekosit : turun / meningkat, Eritrosit : turun
    2. USG : terlihat massa pada daerah uterus.
    3. Vaginal Toucher : didapatkan perdarahan pervaginam, teraba massa, konsistensi dan ukurannya.
    4. Sitologi : menentukan tingkat keganasan dari sel-sel neoplasma tersebut.,
    5. Rontgen : untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi.
    6. ECG : Mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi, yang dapat mempengaruhi tindakan operasi.
    Cara Penanganan Mioma Uteri
    Indikasi mioma uteri yang diangkat adalah mioma uteri subserosum bertangkai. Pada mioma uteri yang masih kecil khususnya pada penderita yang mendekati masa menopause tidak diperlukan pengobatan, cukup dilakukan pemeriksaan pelvic secara rutin tiap tiga bulan atau enam bulan. Adapun cara penanganan pada myoma uteri yang perlu diangkat adalah dengan pengobatan operatif diantaranya yaitu dengan histerektomi dan umumnya dilakukan histerektomi total abdominal. Tindakan histerektomi total tersebut dikenal dengan nama Total Abdominal Histerektomy and Bilateral Salphingo Oophorectomy (TAH-BSO). TAH–BSO adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus, serviks, kedua tuba falofii dan ovarium dengan melakukan insisi pada dinding, perut pada malignan neoplasmatic desease, leymyoma dan chronic endrometriosis (Tucker, Susan Martin, 1998).
  3. ANALISA DATA
    NO TGL / JAM DATA PROBLEM ETIOLOGI
    1 Diisi pada saat tanggal pengkajian Berisi data subjektif dan data objektif yang didapat dari pengkajian keperawatan masalah yang sedang dialami pasien seperti gangguan pola nafas, gangguan keseimbangan suhu tubuh, gangguan pola aktiviatas,dll Etiologi berisi tentang penyakit yang diderita pasien
  4. DIAGNOSA KEPERAWATAN
    • Gangguan eliminasi urin (retensio) berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasm pada daerah sekitarnnya, gangguan sensorik / motorik.
    • Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot
    • Ganguan konsep diri berhubungan dengan kekawatiran tentang ketidakmampuan memiliki anak, perubahan dalam masalah kewanitaan, akibat pada hubungan seksual.
    • Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.

  5. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
    NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN PERENCANAAN
    1 Gangguan eliminasi urin (retensio) berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasm pada daerah sekitarnnya, gangguan sensorik / motorik.
    klien berkemih dengan jumlah normal dan pola biasa atau tidak ada gangguan
    Kriteria Hasil :
    jumlah urine 1500 ml/24 jam dan pola biasa, tidak ada distensi kandung kemih dan oedema
    1. Monitor pemasukan dan pengeluaran serta karakteristik urine
    2. Tentukan pola berkemih normal klien dan perhatikan variasi
    3. Dorong klien untuk meningkatkan pemasukan cairan
    4. Periksa semua urine, catat adanya keluaran batu dan kirim ke laboratorium untuk analisa
    5. Selidiki keluhan kandung kemih penuh : palpasi untuk distensi suprapubik. Perhatikan penurunan keluaran urine, adanya edema periorbital/tergantung
    6. Observasi perubahan status mental, perilaku atau tingkat kesadaran
    7. Awasi pemeriksaan laboratorium, contoh elektrolit, BUN kreatinin
    8. Ambil urine untuk kultur dan sensitivitas
    9. Berikan obat sesuai indikasi, contoh :
    10. Perhatikan patensi kateter tak menetap, bila menggunakan
    11. Irigasi dengan asam atau larutan alkali sesuai indikasi
    2 Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot
    Nyeri berkurang
    Kriteria hasil :
    • Skala 1-2
    • Expresi wajah tenang
    • Nadi 60-100 x/mnt
    • Klien tidak gelisah
    1. Kaji rasa nyeri
    2. Atur posisi tidur senyaman mungkin
    3. Anjurkan klien untuk teknik rileksasi
    4. Lakukan prosedur pencucian luka dengan hati-hati
    5. Anjurkan klien untuk mengekspresikan rasa nyeri yang dirasakan
    6. Beri tahu klien tentang penyebab rasa sakit pada luka bakar
    7. Kolaborasi dengan tinm medis untuik pemberian analgetik
    3 Ganguan konsep diri berhubungan dengan kekawatiran tentang ketidakmampuan memiliki anak, perubahan dalam masalah kewanitaan, akibat pada hubungan seksual. Gangguan body image
    Kriteria hasil :
    • OS dapat menerima kondisinya
    • OS tenang
    1. Kaji sejauh mana ras khawatir klien
    2. Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya
    3. Lakukan prosedur perawatan yang tepat sehingga tidak terjadi komlikasi berupa cacat fisik
    4. Beri support mental dan ajak keluarga dalam memberikan support
    4 Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.
    pengetahuan pasien tentang penyakitnyaa menjadi lebih adekuat
    Kriteria hasil :
    Pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakitnyaa, perawatan dan obat – obatan.
    1. Beri kesempatan pada keluarga untuk menanyakan hal – hal yang ingn diketahui sehubunagndengan penyaakit yang dialami pasien
    2. Kaji pengetahuan keluarga
    3. Kaji latar belakang keluarga
    4. Jelaskan tentang proses penyakit, diet, perawatan serta obat – obatan pada keluarga pasien
    5. Jelaskan semua prosedur yang akan dilaksanakan dan manfaatnya bagi pasien.

    2 komentar:

    1. Wow, that's what I was looking for, what a stuff! present here at this blog, thanks admin of this web page.

      Here is my web site ... Michael Kors Outlet

      BalasHapus
    2. Pretty section of content. I just stumbled upon your website and in
      accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts.
      Any way I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently rapidly.


      my website; Cheap Louis Vuitton Handbags

      BalasHapus