Selasa, 01 September 2009

KONSEP SEKSIO SESAREA


Definisi Seksio sesarea
Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina, atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar,1998). Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long,1996).

Indikasi Seksio Sesarea
Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor :

  • Faktor Janin
    1. Bayi terlalu besar
      Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih, menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir
    2. Kelainan letak bayi
      Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang
    3. Ancaman gawat janin (Fetal Distres)
      Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban. Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea.
    4. Janin abnormal
      Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus
    5. Faktor plasenta
      Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta
    6. Kelainan tali pusat
      Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat
    7. Multiple pregnancy
      Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu. Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang. Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit, kemungkinan dilakukan tindakan operasi.

  • Faktor Ibu
    1. Usia
      Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung, kencing manis dan eklamsia.
    2. Tulang Panggul
      Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin.
    3. Persalinan sebelumnya dengan operasi
    4. Faktor hambatan jalan lahir
      Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia
    5. Ketuban pecah dini
      Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu, barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea

Jenis-jenis seksio sesarea
Menurut Mochtar (1998), arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi :
Seksio sesarea klasik (Corporal)
Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter.
Jenis ini mempunyai kelebihan:

1) Mengeluarkan janin lebih cepat
2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik
3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal

Sedang kekurangannya adalah :

1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal
2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan

Seksio sesarea ismika (Profunda)
Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter.
Dengan kelebihan :

1) Penjahitan luka lebih mudah
2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik
3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil

Sedangkan kekurangannya :
Luka dapat melebar kekiri, kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak

Komplikasi seksio sesarea
Menurut Mochtar (1998), komplikasi seksio sesarea sebagai berikut :

  1. Infeksi peurperal (nifas)

    Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan, kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. Sedangkan peritonitis, sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat

  2. Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri
  3. Luka kandung kemih, emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi
  4. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar